Menu

Web Programming

"Tutorial dan artikel tentang pemrograman web"

Blog

"Tutorial dan artikel tentang blogging"

Elektronika

"Tutorial dan artikel tentang kelistrikan"

Pemrograman

"Tutorial dan artikel tentang pemrograman komputer"

Lain-lain

"artikel lainnya...."

Rabu, 30 Agustus 2017

Belajar Arduino: Pengendalian Output Pada LED


Pada postingan kali ini saya akan memberikan tutorial tentang output arduino menggunakan LED. Pada postingan ini kita akan mempelajari bagaimana cara membuat simulasi sederhana lampu lalu lintas menggunakan LED.

Informasi Tentang LED

LED adalah singkatan dari Light Emitting Display. Komponen ini merupakan salah satu jenis dioda. Oleh karena itu, LED hanya menghantarkan arus dalam satu arah, yaitu jika kaki yang dinamakan anoda dihubungkan ke sumber bertegangan positif dan kaki satunya yang dinamakan katoda disambungkan ke ground.

Umumnya, LED memerlukan arus sebesar 220mA agar LED memancarkan cahaya yang optimum. Berdasarkan hal itu, resistor yang diperlukan dapat dihitungmelalui rumus:

R = V/I

Dalam hal ini, R adalah Resistor, V adalah tegangan yang memberikan catu daya ke LED, dan I adalah arus listrik yang melewati LED. Jika tegangan berupa 5V (yang dihasilkan oleh pin digital di Arduino ketika dalam keadaan HIGH), resistor yang diperlukan adalah

R = 5/0,022 = 227,27 ohm

Berdasarkan hal itu, resistor sebesar 220 ohm atau 240 ohm boleh digunakan karena dipasaran tidak ada resistor 227,27 ohm, jadi diambil nilai yang mendekati.

Hardware yang dibutuhkan

  • Arduino
  • Resistor 220 ohm (3 buah)
  • LED (3 buah)

Rangkaian

Hubungkan kaki anoda LED secara seri dengan Resistor kemudian hubungkan dengan arduino ke pin 9, 10, dan 11. Kemudian hubungkan kaki katoda LED ke ground arduino.

Skematik

Kode Program


const int pinMerah = 9;
const int pinKuning = 10;
const int pinHijau = 11;

void setup(){
  pinMode(pinMerah, OUTPUT);
  pinMode(pinKuning, OUTPUT);
  pinMode(pinHijau, OUTPUT);
  digitalWrite(pinMerah, LOW);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
}

void loop(){
  digitalWrite(pinMerah, LOW);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, HIGH);
  delay(4000);
  digitalWrite(pinKuning, HIGH);
  delay(1000);
  digitalWrite(pinKuning, HIGH);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
  delay(1500);
  digitalWrite(pinMerah, HIGH);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
  delay(5000);    
}

Sabtu, 26 Agustus 2017

PENGENALAN ARDUINO


APA ITU ARDUINO ?


Arduino adalah sebuah platform elektronik open source yang ditujukan untuk mempermudah penggunaan hardware dan software. Board Arduino mampu untuk membaca input dari sensor, penekanan pada tombol, atau dari pesan twitter, dan mengubahnya menjadi output seperti mengaktifkan motor, menyalakan sebuah LED, atau menerbitkan sesuatu secara online. Kita dapat menyuruh arduino melakukan sesuatu dengan memasukkan serangkaian instruksi pada mikrokontroler yang terpasang pada board arduino. Untuk melakukan hal tersebut kita menggunakan bahasa pemrograman arduino (disesuaikan dengan pengkabelannya), dan Software Arduino (IDE), untuk mengupload program ke Arduino.

Selama bertahun-tahun Arduino telah menjadi otak dari ribuan peralatan, dari mulai peralatan sehari-hari sampai ke peralatan ilmiah yang rumit. Komunitas pembuat di seluruh dunia mulai dari pelajar, penggemar, seniman, programer, dan profesional banyak berkontribusi terhadap platform open source ini. Kontribusi mereka banyak sekali jumlahnya dan dapat menjadi bantuan untuk membantu proyek pemula bahkan ahli sekalipun.

Arduino tercipta di Ivrea Interaction Design Institute sebagai alat yang mempermudah pembuatan prototype, ditujukan untuk pelajar yang tidak memiliki latar belakang elektronik dan pemrograman. Kemudian berkembang dan mencapai komunitas yang lebih besar, Board Arduino mulai berubah untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan baru, Mulai dari Board sederhana 8 bit ke produk untuk aplikasi IOT, wearable, 3D printing, dan embedded environment. Semua Board Arduino open source, yang membebaskan pengguna untuk mengembangkannya secara mandiri dan bahkan menyesuaikannya sesuai kebutuhan mereka. Software Arduino juga open source dan terus tumbuh melalui pengguna di seluruh dunia.

Sumber: https://www.arduino.cc/en/Guide/Introduction

Minggu, 14 Mei 2017

Bab 1 : Arus Searah (Direct Current / DC)

Zaman Modern tidak bisa lepas dari yang namanya listrik dan elektronik. Sejarah tentang listrik dimulai lebih dari dua ribu tahun yang lalu, seorang filsuf yunani bernama "Thales" menjadi yang paling awal dikenal sebagai peneliti tentang kelistrikan. Tapi Alessandro Volta yang membuat sumber daya DC yang paling umum yaitu baterai (untuk penemuan ini satuan Volt dinamai menurut namanya).

Arus searah (Direct Current / DC) adalah aliran partikel bermuatan yang bergerak dalam satu arah yang tidak berubah (paling sering ditemukan sebagai aliran elektron yang mengalir melalui bahan konduktif). Arus searah (DC) dapat ditemukan hampir disetiap perangkat elektronik, karena DC lebih praktis jika dibandingkan dengan arus bolak-balik (Alternating current / AC) untuk banyak perangkat elektronik. Beberapa perangkat dimana kita bisa menemukan arus searah (DC) diantaranya adalah baterai, handphone, komputer, mobil, TV, kalkulator, dan senter.

Sumber : https://www.allaboutcircuits.com/textbook/direct-current/
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html