Menu

Web Programming

"Tutorial dan artikel tentang pemrograman web"

Blog

"Tutorial dan artikel tentang blogging"

Elektronika

"Tutorial dan artikel tentang kelistrikan"

Pemrograman

"Tutorial dan artikel tentang pemrograman komputer"

Lain-lain

"artikel lainnya...."

Rabu, 30 Agustus 2017

Belajar Arduino: Pengendalian Output Pada LED


Pada postingan kali ini saya akan memberikan tutorial tentang output arduino menggunakan LED. Pada postingan ini kita akan mempelajari bagaimana cara membuat simulasi sederhana lampu lalu lintas menggunakan LED.

Informasi Tentang LED

LED adalah singkatan dari Light Emitting Display. Komponen ini merupakan salah satu jenis dioda. Oleh karena itu, LED hanya menghantarkan arus dalam satu arah, yaitu jika kaki yang dinamakan anoda dihubungkan ke sumber bertegangan positif dan kaki satunya yang dinamakan katoda disambungkan ke ground.

Umumnya, LED memerlukan arus sebesar 220mA agar LED memancarkan cahaya yang optimum. Berdasarkan hal itu, resistor yang diperlukan dapat dihitungmelalui rumus:

R = V/I

Dalam hal ini, R adalah Resistor, V adalah tegangan yang memberikan catu daya ke LED, dan I adalah arus listrik yang melewati LED. Jika tegangan berupa 5V (yang dihasilkan oleh pin digital di Arduino ketika dalam keadaan HIGH), resistor yang diperlukan adalah

R = 5/0,022 = 227,27 ohm

Berdasarkan hal itu, resistor sebesar 220 ohm atau 240 ohm boleh digunakan karena dipasaran tidak ada resistor 227,27 ohm, jadi diambil nilai yang mendekati.

Hardware yang dibutuhkan

  • Arduino
  • Resistor 220 ohm (3 buah)
  • LED (3 buah)

Rangkaian

Hubungkan kaki anoda LED secara seri dengan Resistor kemudian hubungkan dengan arduino ke pin 9, 10, dan 11. Kemudian hubungkan kaki katoda LED ke ground arduino.

Skematik

Kode Program


const int pinMerah = 9;
const int pinKuning = 10;
const int pinHijau = 11;

void setup(){
  pinMode(pinMerah, OUTPUT);
  pinMode(pinKuning, OUTPUT);
  pinMode(pinHijau, OUTPUT);
  digitalWrite(pinMerah, LOW);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
}

void loop(){
  digitalWrite(pinMerah, LOW);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, HIGH);
  delay(4000);
  digitalWrite(pinKuning, HIGH);
  delay(1000);
  digitalWrite(pinKuning, HIGH);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
  delay(1500);
  digitalWrite(pinMerah, HIGH);
  digitalWrite(pinKuning, LOW);
  digitalWrite(pinHijau, LOW);
  delay(5000);    
}

Sabtu, 26 Agustus 2017

PENGENALAN ARDUINO


APA ITU ARDUINO ?


Arduino adalah sebuah platform elektronik open source yang ditujukan untuk mempermudah penggunaan hardware dan software. Board Arduino mampu untuk membaca input dari sensor, penekanan pada tombol, atau dari pesan twitter, dan mengubahnya menjadi output seperti mengaktifkan motor, menyalakan sebuah LED, atau menerbitkan sesuatu secara online. Kita dapat menyuruh arduino melakukan sesuatu dengan memasukkan serangkaian instruksi pada mikrokontroler yang terpasang pada board arduino. Untuk melakukan hal tersebut kita menggunakan bahasa pemrograman arduino (disesuaikan dengan pengkabelannya), dan Software Arduino (IDE), untuk mengupload program ke Arduino.

Selama bertahun-tahun Arduino telah menjadi otak dari ribuan peralatan, dari mulai peralatan sehari-hari sampai ke peralatan ilmiah yang rumit. Komunitas pembuat di seluruh dunia mulai dari pelajar, penggemar, seniman, programer, dan profesional banyak berkontribusi terhadap platform open source ini. Kontribusi mereka banyak sekali jumlahnya dan dapat menjadi bantuan untuk membantu proyek pemula bahkan ahli sekalipun.

Arduino tercipta di Ivrea Interaction Design Institute sebagai alat yang mempermudah pembuatan prototype, ditujukan untuk pelajar yang tidak memiliki latar belakang elektronik dan pemrograman. Kemudian berkembang dan mencapai komunitas yang lebih besar, Board Arduino mulai berubah untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan baru, Mulai dari Board sederhana 8 bit ke produk untuk aplikasi IOT, wearable, 3D printing, dan embedded environment. Semua Board Arduino open source, yang membebaskan pengguna untuk mengembangkannya secara mandiri dan bahkan menyesuaikannya sesuai kebutuhan mereka. Software Arduino juga open source dan terus tumbuh melalui pengguna di seluruh dunia.

Sumber: https://www.arduino.cc/en/Guide/Introduction

Minggu, 14 Mei 2017

Bab 1 : Arus Searah (Direct Current / DC)

Zaman Modern tidak bisa lepas dari yang namanya listrik dan elektronik. Sejarah tentang listrik dimulai lebih dari dua ribu tahun yang lalu, seorang filsuf yunani bernama "Thales" menjadi yang paling awal dikenal sebagai peneliti tentang kelistrikan. Tapi Alessandro Volta yang membuat sumber daya DC yang paling umum yaitu baterai (untuk penemuan ini satuan Volt dinamai menurut namanya).

Arus searah (Direct Current / DC) adalah aliran partikel bermuatan yang bergerak dalam satu arah yang tidak berubah (paling sering ditemukan sebagai aliran elektron yang mengalir melalui bahan konduktif). Arus searah (DC) dapat ditemukan hampir disetiap perangkat elektronik, karena DC lebih praktis jika dibandingkan dengan arus bolak-balik (Alternating current / AC) untuk banyak perangkat elektronik. Beberapa perangkat dimana kita bisa menemukan arus searah (DC) diantaranya adalah baterai, handphone, komputer, mobil, TV, kalkulator, dan senter.

Sumber : https://www.allaboutcircuits.com/textbook/direct-current/

Minggu, 29 Mei 2016

Jenis-jenis Resistor


Resistor, ( R ) adalah komponen elektronika paling dasar dan umum digunakan, Ada banyak Jenis-jenis resistor yang tersedia, dari yang paling kecil resistor SMD sampai yang paling besar resistor daya gulungan kawat.

Prinsip kerja dari resistor dalam kelistrikan atau rangkaian elektronika adalah untuk “menahan”, mengatur atau untuk menentukan aliran dari elektron (arus) yang melaluinya menggunakan jenis bahan konduktif dari resistor tersebut. Resistor juga dapat dihubungkan bersama-sama secara seri dan paralel untuk membentuk hubungan-hubungan resistor yang dapat berfungsi sebagai penjatuh tegangan, pembagi tegangan atau pembatas arus dalam rangkaian.

Resistor dinamakan “Komponen Pasif”, yang artinya tidak mengandung sumber listrik atau penguatan tetapi hanya melemahkan tegangan atau sinyal arus yang melewati mereka. hasil pelemahan ini membuat energi listrik menjadi hilang dalam bentuk panas karena resistor menahan arus elektron yang melaluinya.Kemudian perbedaan potensial dibutuhkan antara kedua terminal resistor untuk arus dapat mengalir. Perbedaan potensial ini menyeimbangi energi yang hilang. Ketika digunakan dalam rangkaian DC, perbedaan potensial juga dikenal sebagai tegangan jatuh resistor, diukur dari ujung-ujung terminal yang dilewati arus yang melewati resistor pada rangkaian.

Kebanyakan jenis-jenis resistor adalah komponen linear yang menghasilkan jatuh tegangan pada resistor tersebut ketika arus listrik mengalir melaluinya, dan perbedaan nilai resistansi menghasilkan perbedaan nilai arus atau tegangan. Hal ini dapat sangat berguna dalam rangkaian elektronika, dengan mengontrol atau mengurangi aliran arus atau tegangan yang dihasilkan resistor kita dapat menghasilkan konverter tegangan ke arus atau arus ke tegangan.

Ada banyak jenis-jenis resistor yang berbeda dan diproduksi dalam berbagai bentuk karena karakteristik khusus mereka dan kecocokan pada penggunaan area tertentu, seperti untuk Kestabilan tinggi, Tegangan Tinggi, Arus Tinggi, dll, atau digunakan untuk penggunaan umum resistor dimana karakteristiknya tidak terlalu dipermasalahkan.

Beberapa karakteristik umum resistor adalah; Koefisien temperatur, Koefisien tegangan, Noise, Respon frekuensi, daya serta Rentang temperatur, ukuran fisik dan ketahanan.
Pada semua diagram dan skema rangkaian listrik dan elektronika, umumnya digunakan simbol untuk nilai resistor tetap adalah garis  “zig-zag” dan nilai resistansi dengan satuan Ohm, Ω. Resistor memiliki nilai resistansi tetap mulai dari dibawah satu ohm, ( <1Ω ) sampai lebih dari sepuluh mega ohm, ( >10MΩ ).

Resistor tetap hanya memiliki satu nilai resistansi, sebagi contoh 100Ω tapi resistor variabel (potensiometer) dapat menghasilkan resistansi dengan nilai yang tak terbatas antara nol dan nilai maksimumnya.


Simbol yang digunakan pada skematik dan gambaran listrik untuk sebuah resistor dapat berupa garis “zig-zag” atau berbentuk kotak.

Semua nilai resistor tetap modern dapat diklasifikasikan kedalam 4 kelompok;
  • Resistor karbon – terbuat dari bubuk karbon atau pasta grafit, nilai dayanya rendah
  • Resistor keramik atau film – Terbuat dari pasta oksida logam konduktif, nilai dayanya rendah
  • Resistor lilitan kawat – Bagian luarnya logam yang berfungsi sebagai pendingin, rentang daya sangat tinggi
  • Resistor semikonduktor – Teknologi film dengan permukaan tipis yang sangat presisi, Frekuensinya tinggi
Ada banyak ragam resistor tetap dan variabel dengan bentuk berbeda-beda untuk tiap jenisnya, satu sama lain memiliki karakteristik yang khusus, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Termasuk semua jenis yang sangat tidak umum. Jadi saya akan membatasi artikel ini dengan menerangkan resistor yang sangat umum digunakan saja.

Resistor Karbon




Resistor karbon adalah jenis yang paling umum dijumpai. Resistor karbon adalah resistor yang digunakan dalam rangkaian listrik dan elektronika untuk penggunaan umum dengan harga yang murah. Bahan resitifnya dibuat dari campuran bubuk karbon yang sangat halus atau grafit (mirip isi pensil) dan bubuk keramik bukan penghantar (tanah liat) untuk menyatukannya bersama.

Perbandingan dari bubuk karbon dan keramik (penghantar ke isolator) menentukan nilai resitif campuran, semakin tinggi perbandingan dari karbon,maka semakin rendah kemampuan resitifnya. campuran dibentuk menjadi bentuk silinder dengan kawat logam yang melekat untuk sambungan listrik seperti yang digambarkan, sebelum akhirnya dilapisi dengan bahan isolasi dan kode warna untuk menunjukan nilai resitifnya.

Resistor karbon adalah resistor daya rendah sampai medium yang memiliki nilai induktansi rendah yang membuatnya cocok pada penggunaan frekuensi tinggi tapi resistor tersebut juga dapat mengakibatkan noise dan ketidakstabilan saat panas. Resistor komposit karbon umumnya disingkat dengan notasi “CR” (contoh, CR10kΩ ) adan tersedia dalam kemasan E6 (  toleransi ± 20% (akurasi) ), E12 ( toleransi  ± 10% ) dan E24 ( toleransi ± 5% ) dengan rentang daya mulai dari 0,125 atau 1/4 watt sampai 5 Watts.

Jenis resistor komposit karbon sangat murah untuk diproduksi dan oleh sebab itu sangat umum digunakan dalam rangkaian listrik. Namun, karena resistor jenis tipe karbon memiliki toleransi ketelitian yang sangat besar dan memiliki nilai resistansi yang tinggi, Jenis resistor film digunakan sebagai gantinya.


Resistor Film




Istilah umum “Resistor Film” meliputi jenis resistor Film Logam, Film Karbon and Film Oksida Logam, yang umunya dibuat dengan mengendapkan logam murni, seperti nikel, atau film oksida, seperti oksida-timah, ke dalam batang atau substrat keramik isolasi.

Nilai resitif resistor dikendalikan dengan menambah ketebalan dari film.
Setelah diendapkan, laser digunakan untuk memotong dengan tingkat presisi yang tinggi pada film ini. pemotongan film memberi efek meningkatkan konduksifitas dan resitifitasnya, mirip seperti kawat lurus panjang dan dibentuk menjadi kumparan.

Metode produksi ini memunginkan resistor memiliki toleransi yang sangat dekat (1% atau kurang) dibandingkan dengan jenis karbon. Toleransi resistor merupakan hal yang diutamakan (misal 100 ohm) dan nilai produksi sebenarnya misal 103,6 ohm, dan dinyatakan dalam presentase, sebagai contoh 5%, 10% dll, dan dalam contoh kita toleransi sebenarnya adalah 3.6%. Resistor jenis film juga memiliki nilai ohm maksimum yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya dan nilainya lebih dari 10MΩ (10 juta Ω).


Resistor Film logam memiliki kestabilan suhu yang lebih baik dibandingkan dengan jenis karbon yang memiliki nilai sama, noise yang lebih rendah dan umumnya lebih baik untuk penggunaan frekuensi tinggi atau frekuensi radio. Resistor Oksida Logam memiliki kemampuan arus gelombang tinggi yang lebih baik dengan rentang daya yang lebih tinggi dibandingkan resistor film logam dengan nilai yang sama.

Jenis resistor film lainnya umumnya dikenal sebagai Resistor Film Tebal yang diproduksi dengan mengendapkan pasta konduksi  Keramik dan Logam tebal, disebut Cermet, kedalam substrat keramik alumunium. Resistor cermet memiliki sifat mirip resistor fil logam dan umumnya digunakan untuk membuat small surface mount chip resistor (Resistor SMD), jaringan multi-resistor dalam satu kemasan pcb dan resistor frekuensi tinggi. Mereka memiliki kestabilan suhu yang baik, noise rendah, dan rentang tegangan yang baik tapi memiliki lonjakan arus yang rendah.

Resistor Film Logam diberi notasi “MFR” (misalnya MFR100kΩ) dan CF untuk jenis film karbon. resistor film logam tersedia dalam kemasan E24 (toleransi ±5% & ±2%), E96 (toleransi ±1%) dan E192(toleransi ±0.5%, ±0.25% & ±0.1%) dengan rentang daya 0.05 (1/20) Watt sampai 1/2 Watt.

Resistor Lilitan Kawat


Resistor lilitan kawat dibuat dengan melilit kawat campuran logam tipis (Nichrome) atau sejenis kawat di atas keramik isolasi dalam bentuk lekukan spiral sama seperti resistor film diatas.


Resistor jenis ini umumnya hanya tersedia dalam nilai ohm presisi yang sangat rendah (mulai dari 0,01 sampai 100kΩ) karena ukuran dan jumlah putaran kawatnya, resistor ini cocok digunakan untuk aplikasi jenis rangkaian pengukur dan wheatstone bridge

Resistor jenis ini juga mampu menangani lebih banyak arus listrik dibandingkan resistor lainnya pada nilai ohm yang sama dengan rentang daya lebih dari 300 Watt. Resistor daya tinggi ini dibentuk atau ditekan ke dalam badan heat sink alumunium dengan sirip terpasang untuk meningkatkan luas permukaannya secara keseluruhan untuk mempercepat pelepasan panas dan pendinginan.
Resistor jenis spesial ini disebut “Chassis Mounted Resistors (Resistor rangka terpasang)” karena resistor ini di desain secara fisik dipasang pada heat sink atau plat logam untuk lebih menghilangkan panas yang dihasilkan. Pemasangan resistor pada heat sink meningkatkan kemampuan membawa arus.

Resistor lilitan kawat jenis lainnya adalah Power Wirewound Resistor (resistor lilitan kawat daya).Resistor jenis suhu tinggi, daya tinggi non konduktif yang umumnya dilapisi dengan sesuatu seperti kaca atau email epoksi kaca yang digunakan dalam motor DC/kontrol servo dan penggunaan rem dinamis. Resistor ini juga bisa digunakan sebagai pemanas kabinet.

Kawat resistansi non konduktif adalah lilitan di sekitar tabung keramik atau porselen yang ditutupi dengan mika untuk mencegah campuran kawat bergerak ketika panas. Resistor lilitan kawat tersedia dalam berbagai variasi resistansi dan rentang daya dengan fungsi utamanya mengubah arus listrik yang mengalir melaluinya menjadi panas dengan setiap elemen yang menghilang hingga 1000 Watts, (1kW) energi.

Karena kawat resistor jenis ini melilit pada koil di dalam resistor, hal itu brfungsi sebagai induktor karenanya resistor ini memiliki induktansi serta resistansi. Ini mempengaruhi cara kerja resistor di rangkaian AC dengan menghasilkan pergeseran fasa pada frekuensi tinggi khususnya dalam resistor ukuran yang lebih besar..


Resistor lilitan kawat diberi notasi “WH” atau “W” (contoh WH10Ω) dan tersedia dalam  kemasan berbalut alumunium (toleransi ±1%, ±2%, ±5% & ±10%) atau dengan kemasan seperti kaca (toleransi ±1%, ±2% & ±5%) dengan rentang daya mulai dari 1W to 300W atau lebih.

Kamis, 26 Mei 2016

Bagaimana Cara Kerja Kapasitor

Sebuah kapasitor bentuknya kecil seperti sebuah baterai. Walaupun kapasitor bekerja dengan cara yang sangat berbeda, kapasitor dan baterai keduanya menyimpan energi listrik. Jika kamu pernah membaca bagaimana cara kerja baterai, maka kamu tahu bahwa sebuah baterai memiliki dua buah terminal. Di dalam sebuah baterai, reaksi kimia menghasilkan elektron-elektron pada ujung satu terminal and menyerap elektron-elektron pada terminal lainnya. Sebuah kapasitor jauh lebih sederhana di bandingkan sebuah baterai, kapasitor tidak dapat menghasilkan elektron-elektron baru -- kapasitor hanya menyimpan elektron-elektron.

Di dalam kapasitor, terminal-terminalnya tersambung ke dua plat logam yang dipisahkan oleh sebuah bahan bukan penghantar listrik, atau dielektrik. Kamu dapat dengan mudah membuat sebuah kapasitor dari dua buah aluminum foil dan satu buah kertas. Itu tidak akan menjadi sebuah kapasitor pada umumnya dalam hal kapasitas penyimpanan, tapi itu akan bekerja.

Secara teori, dielektrik adalah bahan yang tidak menghantarkan listrik. Namun, pada prakteknya, material-material tertentu sangat cocok digunakan sebagai fungsi kapasitor. Mika, keramik, selulosa, porselen, Mylar, Teflon dan bahkan udara adalah beberapa bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik yang digunakan. Dielektrik menentukan jenis kapasitor dan penggunaan untuk apa yang paling sesuai. Berdasarkan ukuran dan jenis dari dielektrik, beberapa kapasitor penggunaannya lebih baik untuk frekuensi tinggi, dan beberapa lebih baik untuk aplikasi tegangan tinggi. Kapasitor dapat dibuat khusus untuk tujuan tertentu, mulai dari kapasitor plastik terkecil di kalkulatormu, sampai kapasitor besar yang dapat menyalakan sebuah bus komuter. NASA menggunakan kapasitor kaca untuk membantu membangun rangkaian ulang alik dan membantu menerbangkan pesawat antariksa. Ini adalah beberapa jenis tipe kapasitor dan bagaimana benda itu digunakan.

  • Udara – Sering digunakan di rangkaian tuning radio.
  • Mylar – Umumnya sering digunakan untuk rangkaian pengatur waktu seperti jam, alarm dan penghitung.
  • Kaca – Bagus digunakan untuk aplikasi tegangan tinggi.
  • Keramik – Digunakan untuk tujuan frekuensi tinggi seperti antena, X-ray.
  • Super Kapasitor – Pembangkit listrik dan mobil hybrid. 

Rangkaian Kapasitor


Dalam sebuah rangkaian elektronika, sebuah kapasitor digambarkan seperti ini:
Ketika kamu menyambung sebuah kapasitor ke sebuah baterai, ini yang akan terjadi:


  • plat pada kapasitor yang terhubung ke terminal negatif dari baterai menerima elektron-elektron yang baterai hasilkan.
  • plat pada kapasitor yang terhubung ke terminal positif dari baterai mengalirkan elekron ke baterai.
Ketika kapasitor terisi, kapasitor memiliki tegangan yang sama seperti baterai (1,5 volt pada baterai berarti 1,5 volt pada kapasitor). Untuk kapasitor kecil, kapasitasnya kecil. Tapi kapasitor besar dapat menampung cukup banyak muatan. Kamu dapat menemukan kapasitor yang besarnya seperti kaleng soda yang dapat menampung cukup muatan untuk membuat cahaya pada lampu untuk beberapa menit.

Alam pun menunjukkan cara kerja kapasitor dalam bentuk petir. Salah satu plat adalah awan, plat lainnya adalah tanah dan petir adalah muatan yang berada antara kedua plat ini. Tepatnya, dengan kapasitor yang besar, kamu dapat menampung jumlah muatan yang sangat besar!
Katakanlah kamu menghubungkan kapasitor seperti ini:


Disini kamu memiliki sebuah baterai, sebuah bohlam dan sebuah kapasitor. Jika kapasitornya memiliki ukuran yang sangat besar, Apa yang akan kamu peroleh adalah, ketika kamu menyambungkan baterai, bohlam akan menyala dengan aliran arus dari baterai ke kapasitor yang akan mengisi bohlam. bohlam akan meredup secara bertahap sampai akhirnya kapasitor akan mencapai kapasitasnya dan bohlam akan tetap redup. Jika kamu kemudian melepas baterai dan menggantinya dengan kabel, arus akan mengalir dari satu plat kapasitor ke plat lainnya. Bohlam akan menjadi terang pada awalnya dan kemudian  meredup karena kapasitor kehilangan muatannya, sampai benar-benar habis.

Seperti tangki air

Salah satu cara memvisualisasi cara kerja kapasitor adalah dengan membayangkannya seperti sebuah tangki air yang tersambung ke pipa. Sebuah tangki air "menyimpan" tekanan air -- ketika pompa air menghasilkan lebih banyak air dibandingkan yang dipakai, kelebihan air disimpan di tangki air. Kemudian, pada saat diperlukan, air yang disimpan di tangki mengalir keluar dari tangki untuk menjaga tekanan. Sebuah kapasitor menyimpan elektron-elektron dengan cara yang sama dan kemudian melepaskannya.

Farad


Kapasitas penyimpanan kapasitor, atau kapasitansi, diukur dalam satuan yang disebut farad. Sebuah kapasitor 1 farad dapat menyimpan 1 coulomb (coulomb) dengan muatan 1 volt. 1 coulomb adalah 6.25e18 (6.25 * 10^18, or 6.25 milyar milyar) elektron. 1 Ampere merepresentasikan laju aliran dari 1 coulomb elektron per detik, jadi sebuah kapasitor 1 farad dapat menampung 1 ampere-detik elektron pada 1 volt.

Sebuah kapasitor 1 farad biasanya berukuran cukup besar. Benda itu mungkin besarnya seperti seekor tuna atau sebuah botol soda 1 liter, tergantung pada  tegangan yang ditangani. Untuk alasan ini, kapasitor umumnya tersedia dalam ukuran mikrofarad (sepersejuta farad).

Untuk mendapatkan beberapa perspektif seberapa besar farad, pikirkan tentang ini:
  • Sebuah baterai alkalin AA standar menangani sekitar 2,8 ampere/jam.
  • Itu artinya bahwa sebuah baterai AA dapat menghasilkan 2,8 ampere dalam 1 jam dengan tegangan 1,5 volt (sekitar 4,2 watt/jam – sebuah baterai AA dapat membuat terang sebuah bohlam 4 watt lebih lama dari 1 jam).
  • Mari kita menyebutnya 1 volt agar membuatnya lebih mudah dipahami. Untuk menyimpan energi 1 buah baterai AA dalam sebuah kapasitor, kamu membutuhkan 3.600 * 2,8 = 10.080 farad untuk menanganinya, karena 1 ampere/jam adalah 3.600 ampere/detik.
Jika dibutuhkan sesuatu ukuran sebesar kaleng tuna untuk mengatasi farad, maka 10.080 farad akan mengambil banyak lebih banyak ruang daripada sebuah baterai AA ! Jelas, itu tidak praktis untuk menggunakan kapasitor untuk menyimpan sejumlah besar daya kecuali jika Anda melakukannya pada tegangan tinggi.

Aplikasi kapasitor

Perbedaan antara kapasitor dan baterai adalah bahwa kapasitor dapat membuang seluruh muatan pada satuan kecil dalam 1 detik, dimana sebuah baterai membutuhkn waktu bermenit-menit untuk benar-benar kehilangan muatan. Itu mengapa flash pada kamera menggunakan kapasitor – baterai mengisi kapasitor flash untuk beberapa detik, dan kemudian kapasitor membuang seluruh muatan pada tabung flash dengan sangat cepat. Hal ini dapat benar-benar membuat kapasitor yang memiliki muatan sangat berbahaya – unit flash dan TVs memiliki peringatan tentang membukanya untuk alasan ini. mereka mengandung banyak kapasitor yang dapat, berpotensi, membunuhmu dengan muatan yang dimiliki kapasitor.

Kapasitor digunakan dengan tujuan yang berbeda-beda dalam rangkaian elektronik::
  • Terkadang, kapasitor digunakan untuk menyimpan muatan untuk penggunaan kecepatan tinggi. Seperti pada sebuah flash.Laser besar menggunakan cara ini untuk membuatnya sangat terang, terang seketika.
  • Kapasitor juga dapat menghilangkan riak. Jika sebuah jalur yang membawa tegangan DC memiliki riak atau lonjakan di dlamnya, sebuah kapasitor besar dapat menyerap lonjakan pada tegangan dan meratakannya.
  • Sebuah kapasitor dapat menghalangi tegangan DC.jika kamu menyambungkan kapasitor ke baterai, maka tidak akan ada arus yang mengalr antara kutub baterai saat kapasitor sedang mengisi.Namun, beberapa sinyal arus bolak balik (AC) mengalir melewati sebuah kapasitor tanpa halangan. Hal itu karena kapasitor akan mengisi dan melepaskan muatan karena arus AC berfluktuasi, membuat arus bolak balik (AC) mengalir.

Layar Sentuh Kapasitif (Capacitive Touch Screen)

Salah satu aplikasi modern dari kapasitor adalah layar sentuh kapasitif. ini adalah layar kaca yang sangat tipis dengan lapisan logam transparan. Sebuah pola elektroda yang terangkai yang memberi muatan ke layar ketika disentuh, arus tertuju pada jari dan menciptakan drop tegangan.letak terjadinya drop tegangan diambil oleh kontroler dan ditransmisikan ke komputer. layar sentuh ini umumnya ditemukan pada perangkat interaktif seperti smartphone.

Sejarah dari Kapasitor


Penemuan kapasitor beragam tergantung pada siapa kamu bertanya. Ada catatan yang menunjukkan seorang ilmuwan jerman bernama Ewald Georg von Kleist yang menemukan kapasitor pada November 1745. Beberapa bulan kemudian Pieter van Musschenbroek, seorang profesor Belanda di Universitas Leyden datang dengan alat yang sangat mirip dalam bernama tabung Leyden, yang diakui sebagai kapasitor pertama. Karena Kleist tidak memiliki catatan yang rinci, ataupun ketenaran dari rekan Belandanya, Ia sering diabaikan sebagai seorang kontributor dari evolusi kapasitor.Namun, dalam beberapa tahun, keduanya telah diberikan penghargaan yang sama sebagai yang membuktikan bahwa penelitian mereka adalah independen satu sama lain dan hanya kebetulan ilmiah penemuan mereka sama.

Tabung Leyden adalah alat yang sangat sederhana. Benda itu terdiri dari sebuah tabung kaca, setengahnya terisi dengan air dan berjajar di dalam dan diluarnya kertas logam. Kacanya berfungsi sebagai dielektrik, meskipun bahan utamanya adalah air. Biasanya ada kawat logam atau rantai yang ditancapkan pada gabus di atas tabung. Rantainya tersambung pada sesuatu yang akan menghantarkan muatan, seperti generator statis. Once delivered, tabungnya akan memuat dua muatan sama tetapi berlawanan muatan dalam kesetimbangan sampai keduanya tersambung dengan kawat, menghasilkan sedikit percikan atau sengatan.

Benjamin Franklin telah bekerja dengan Tabung  Leyden dalam eksperimen dengan listrik dan akhirnya menemukan bahwa lempengan kaca bekerja seperti jenis tabung, mendorong dia untuk mengembangkan kapasitor lempengan, atau Franklin square. bertahun-tahun kemudian, Kimiawan Inggris Michael Faraday yang akan merintis aplikasi praktis pertama dari kapasitor dengan mencoba untuk menyimpan elektron yang tidak terpakai dari eksperimennya. Hal ini mengarahkan kapasitor digunakan untuk pertama kalinya, terbuat dari barel besar minyak .Kemajuan Faraday dengan kapasitor hal inilah yang memungkinkan kita untuk mengirim daya listrik dengan jarak yang sangat jauh. Sebagai hasil dari prestasi Faraday di bidang listrik, satuan ukuran untuk kapasitor, dan kapasitansi, dikenal sebagai farad.

Sumber : http://electronics.howstuffworks.com/capacitor.htm
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html